Dosis aplikasi pestisida

Dosis aplikasi pestisida adalah jumlah pestisida yang diaplikasikan untuk mengendalikan  OPT pada setiap satuan luas bidang sasaran, misalnya liter produk pestisida per hektar, kilogram pestisida per hektar, dan sebagainya.untuk fumigasi ruangan dosis adalah jumlah fumigan yang diaplikasikan untuk setiap satuan volume ruang sasaran. 

Pada penyemprotan tanaman pohon dosis adakalanya dinyatakan dalam jumlah produk per pohon.dosis dapat dinyatakan dalam dosis produk atau dosis bahan aktif. maka untuk mengubah ke dosis produk harus dikonversikan dengan kandungan baan aktif produk tersebut.sedangkan konsentrasi aplikasi di gunakan dalam aplikasi dengan cara penyemprotan. konsentrasi penyemprotan adalah jmlah pestisida yang di campurkan dalam satu liter air untuk mengendalikan OPT tertentu. Konsentrasi dinyatakan dalam produk per liter, per mililiter dan gram produk per liter. Selain hal tersebut yang sangat penting dalm pengaplikasian pestisida adalah volume semprot yang merupakan ukuran banyaknya cairan yang dibutuhkan untuk menyebarkan pestisida agar merata pada areal tertentu. 

Pada praktikum yang telah dilakukan yaitu menghitung dosis konsentrasi dan volume semprot dari 5 jenis insektisida yang ada, dihitung berapa pipet yang harus di ambil dari setiap insektisida dengan konsentrasi yang berbeda-beda dan dinyatakan dalam 2 satuan yaitu % dan ppm.dari perhitungan yang dilakukan di dapatkn hasil yaitu dengan  C1=0,5, C1=1,5, C1=2,0 , C1=3,0, C1=5,0 Sevin 85 S ( karbaril 85 %) dengan volume akhir 1000 ml adalah dengan urutan 5,882 %, 17,64%, 23,52%, 35,29% dan 58.82%., Larvin 375 S ( tiodikarb 384,83 gr/l 12,99 %,  38,97 % ,51,97%, 77.95%, 129,92 %, Daconil 75 WP ( klorotalonil 75% , 6,66%,  20% ,26,66 %,  40 %, 66,66 %, Lebaycid 550 EC (fention 550 gr/l),  9,09, 27,37 , 36,36 %, 54,54 %, 90,90  %, Applaud 100 EC ( buprofezin 100 gr/l 50 %, 150  %  200 %   300% dan 500 %. Sedangkan yang di nyatakan dalam ppm  dengan V1 50.150,200,250, dan 300 dengan urutan adalah Sevin 85 S ( karbaril 85 %) dengan volume akhir 1000 ml = 0,05 ppm, 0,17 ppm, 0,23 ppm, 0,29 ppm, 0,35 ppm, Larvin 375 S ( tiodikarb 384,83 gr/l  =  0,1299  0,389 ppm, 0,519 ppm,0,64 ppm, 0,779 ppm, Daconil 75 WP ( klorotalonil 75%) 0,0666  ppm,  0,2 ppm,  0,266 ppm, 0,333 ppm, 0,4 ppm, Lebaycid 550 EC (fention 550 gr/l) 0,090, 1,811 ppm, 0,366 ppm, 0,45 ppm, 0,54 ppm, Applaud 100 EC ( buprofezin 100 gr/l) 0,5 ppm 1,5 ppm,2, 2,5 dan 3 ppm.

Dosis aplikasi pestisida

Dosis aplikasi pestisida adalah jumlah pestisida yang diaplikasikan untuk mengendalikan  OPT pada setiap satuan luas bidang sasaran, misalnya liter produk pestisida per hektar, kilogram pestisida per hektar, dan sebagainya.untuk fumigasi ruangan dosis adalah jumlah fumigan yang diaplikasikan untuk setiap satuan volume ruang sasaran. 

Pada penyemprotan tanaman pohon dosis adakalanya dinyatakan dalam jumlah produk per pohon.dosis dapat dinyatakan dalam dosis produk atau dosis bahan aktif. maka untuk mengubah ke dosis produk harus dikonversikan dengan kandungan baan aktif produk tersebut.sedangkan konsentrasi aplikasi di gunakan dalam aplikasi dengan cara penyemprotan. konsentrasi penyemprotan adalah jmlah pestisida yang di campurkan dalam satu liter air untuk mengendalikan OPT tertentu. Konsentrasi dinyatakan dalam produk per liter, per mililiter dan gram produk per liter. Selain hal tersebut yang sangat penting dalm pengaplikasian pestisida adalah volume semprot yang merupakan ukuran banyaknya cairan yang dibutuhkan untuk menyebarkan pestisida agar merata pada areal tertentu. 

Pada praktikum yang telah dilakukan yaitu menghitung dosis konsentrasi dan volume semprot dari 5 jenis insektisida yang ada, dihitung berapa pipet yang harus di ambil dari setiap insektisida dengan konsentrasi yang berbeda-beda dan dinyatakan dalam 2 satuan yaitu % dan ppm.dari perhitungan yang dilakukan di dapatkn hasil yaitu dengan  C1=0,5, C1=1,5, C1=2,0 , C1=3,0, C1=5,0 Sevin 85 S ( karbaril 85 %) dengan volume akhir 1000 ml adalah dengan urutan 5,882 %, 17,64%, 23,52%, 35,29% dan 58.82%., Larvin 375 S ( tiodikarb 384,83 gr/l 12,99 %,  38,97 % ,51,97%, 77.95%, 129,92 %, Daconil 75 WP ( klorotalonil 75% , 6,66%,  20% ,26,66 %,  40 %, 66,66 %, Lebaycid 550 EC (fention 550 gr/l),  9,09, 27,37 , 36,36 %, 54,54 %, 90,90  %, Applaud 100 EC ( buprofezin 100 gr/l 50 %, 150  %  200 %   300% dan 500 %. Sedangkan yang di nyatakan dalam ppm  dengan V1 50.150,200,250, dan 300 dengan urutan adalah Sevin 85 S ( karbaril 85 %) dengan volume akhir 1000 ml = 0,05 ppm, 0,17 ppm, 0,23 ppm, 0,29 ppm, 0,35 ppm, Larvin 375 S ( tiodikarb 384,83 gr/l  =  0,1299  0,389 ppm, 0,519 ppm,0,64 ppm, 0,779 ppm, Daconil 75 WP ( klorotalonil 75%) 0,0666  ppm,  0,2 ppm,  0,266 ppm, 0,333 ppm, 0,4 ppm, Lebaycid 550 EC (fention 550 gr/l) 0,090, 1,811 ppm, 0,366 ppm, 0,45 ppm, 0,54 ppm, Applaud 100 EC ( buprofezin 100 gr/l) 0,5 ppm 1,5 ppm,2, 2,5 dan 3 ppm.

CARA PENGAWASAN DAN PERENCANAAN PERSEDIAAN PABRIK

Fungsi utama persediaan yaitu :
- Sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi dan distribusi untuk memperoleh efisiensi.
- Sebagai stabilitor harga terhadap fluktuasi permintaan.

Masalah umum persediaan dalam suatu system dapat dibedakan menjadi dua.
yaitu masalah kuantitatif dan masalah kualitatif
1.  Masalah kuantitatif : semua hal yang berhubungan dengan penentuan kebijakan persediaan al:
 - Berapa banyak jumlah barang yang akan dipesan.
- Kapan pemesanan barang harus dilakukan.
- Berapa jumlah persediaan pengaman.
 - Metode pengendalian persediaan mana yang paling  tepat.

Masalah kualitatif :  Semua hal yang berhubungan dg system  pengoperasian persediaan al:
- Jenis bahan/barang apa yang masih ada
- Dimana barang tersebut ditempatkan
- Berapa banyak barang dalam proses pemesanan
 - Siapa saja yang ditunjuk sebagai pemasok, dsb.

Strategi Jitu Merencanakan Produksi

PERENCANAAN  OPERASI / PRODUKSI
Digunakan untuk mengetahui jumlah barang/produk yang harus diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan persediaan yang ada, juga merupakan pegangan untuk merancang jadual produksi.

Fungsi lain :
- Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap 
  rencana strategi perusahaan.
- Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi.
- Sebagai alat monitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi.
- Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target produksi dan
  rencana produksi.
- Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadual induk produksi.

Untuk melakukan perencanaan produksi dapat dilakukan dengan beberapa strategi :


Dengan mengendalikan persediaan, (dilakukan pada saat kapasitas produksi dibawah permintaan dan  digunakan pada saat diatas kapasitas produksi)
Dengan mengendaliakan jumlah tenaga kerja sesuai dengan laju produksi yang diinginkan.
Mengadakan subkontrak untuk menaikan kapasitas pada saat perusahaan dalam keadaan sibuk.
Mempengaruhi permintaan (potongan harga, pemberian hadiah, layanan-layanan khusus).

   Perencanaan Operasi dapat diklasifikasikan menjadi dua metode yaitu :
 
1. Metode Kualitatif :
Rasio persediaan, konsensus manajemen, grafik dll.
2. Metode Kuantitattif :
Heuristik, model matematik, simulasi dll.

2 Metode Umum Peramalan

Peramalan(Forecast)

Metode Peramalan

1. Peramalan Subyektif.
     Menekankan pada keputusan-keputusan hasil diskusi, pendapat pribadi dan institusi.
     - Metode Delphi.    
       peramalan yang didasarkan pada keputusan         bersama dari suatu grup yang terdiri dari para ahli     yang berbeda.
    -  Metode Penelitian Pasar :
       metode ini menganalisa fakta secara sistematis pada       bidang yang berhubungan dengan pemasaran. (teknik     survei konsumen : kuisioner).

2.Peramalan Obyektif.
   Prosedur peramalan yang mengikuti aturan-  aturan matematis dan statistik.
Metode Intrinsik
   Peramalan yang hanya berdasarkan proyeksi permintaan histories tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan.
Untuk peramalan jangka pendek, Analisis deret waktu (Time Series)
Metode Ekstrinsik
   Memepertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan dimasa datang.
Peramalan jangka panjang, karena dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat  (disebut metode kausal), Metode Regresi.

Inilah 6 Kegiatan Perencanaan & Pengawasan Operasi pabrik

Kegiatan Perencanaan & Pengawasan Operasi pabrik:

1. Peramalan
      Perkiraan atau estimasi tingkat permintaan suatu produk untuk periode yang akan datang berdasarkan data penjualan masa lampau yang dianalisis dengan cara tertentu.
 
2. Perencanaan Operasi/produksi
Digunakan untuk mengetahui jumlah barang yang     harus diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan persediaan yang ada.
Merupakan pegangan untuk merancang jadual produksi.
 
3. Pengawasan dan Perencanaan Persediaan
Persediaan : sumber daya menganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanjut, berupa kegiatan produksi pada system manufaktur, kegiatan pemasaran
pada system distribusi atau kegiatan konsumsi pada system rumah tangga.

Persediaan digunakan untuk mempermudah atau memperlancar jalannya opersi perusahaan yang dilakukan berturut-turut untuk memproduksi barang untuk dipasarkan pada konsumen.
 
4.  Material Requirement Planning
      Metode Perencanaan Kebutuhan Material adalah prosedur logis, aturan keputusan dan teknik pencatatan terkomputerisasi yang dirancang untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule) menjadi kebutuhan bersih (net requirement) material untuk semua item komponen produk.

5. Line Balancing (Keseimbangan Lintasan)
     Upaya untuk meminimumkan  ketidakseimbangan diantara mesin-mesin untuk mendapatkan waktu yang sama di setiap stasiun kerja sesuai dengan
kecepatan produksi yang diinginkan.

6. Konsep Just In Time.

Memproduksi output yang diperlukan, pada waktu dibutuhkan, dalam jumlah sesuai kebutuhan. Pada setiap tahap proses dalam system produksi. Dengan cara
yang paling ekonomis dan efisien.

Lima langkah Penyederhanaan Kerja

ANALISIS PERANCANGAN  KERJA (METHOD ENGINEERING)
 
Tujuan dari method engineering adalah melakukan perbaikan metode kerja disetiap bagian untuk meningkatkan fleksibilitas sistem kerja, kepuasan pelanggan dan meningkatkan produktivitas kerja.

STUDI KERJA (WORK STUDY)

Perbaikan proses, prosedur dan tata cara pelaksanaan penyelesaian pekerjaan.
Perbaikan dan penghematan penggunaan material, mesin/fasilitas kerja serta tenaga kerja.
Perbaikan tata ruang kerja yang mampu memberikan suasana kerja/lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman.
Pendayagunaan usaha manusia dan pengurangan gerakan-gerakan (motion) kerja yang tidak perlu ataupun penyederhanaan kerja (work simplification).

Tujuan penyederhanaan kerja
Mencari cara kerja yang terbaik (lebih mudah, lebih cepat, efisien, efektif, dan menghindari pemborosan material, waktu, tenaga dll).

Lima langkah penyederhanaan kerja :
 
1. Memilih kegiatan kerja : yaitu kegiatan yang tdk efisien atau kegiatan yang  penyelesaiannya lambat dan ingin diperbaiki.
2. Pengumpulan dan pencatatan data / fakta Yang berkaitan dengan metode kerja yang selama ini dilaksanakan : informasi yang berkaitan dg urutan kegiatan, gerakan-gerakan kerja, layout dll.
3. Analisa terhadap langkah-langkah kerja. Langkah2 yg tdk efisien dicari sebab-sebabnya.
4. Usulan altrnatif metode kerja yang lebih baik Diusulkan MK yg dianggap efisien dan efektif, sebelum usulan diputuskan terlebih dahulu di uji coba.
5. Aplikasi dan evaluasi metode kerja baru.
      Mengaplikasikan alternatif MK yang lebih baik untuk menggantikan metode yang lama, evaluasi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money